Hi, guest ! Welcome to Seinfomu. | Lowongan CPNS | Ebook CPNS | Register | Sign In
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juli 2013

Belajar Membangun Indonesia dari Tanoker

Belajar Membangun Indonesia dari Tanoker -Berita-berita di media setiap hari selalu menggambarkan kondisi negeri ini yang penuh kekerasan. Tawuran, terorisme, aksi brutal kelompok masyarakat yang mudah emosi karena perbedaan pandangan, mafia busuk di gedung DPR atau instansi pemerintahan, dan banyak lagi.

Pesimis serta apatisme dengan mudah tumbuh dalam jiwa kita. Mengutip keluh-kesah novelis Djenar MA, yang pernah mengungkap kepedihannya melihat Indonesia, "Apa yang bisa diharapkan dari negeri ini? Membuat kita apatis." Memang miris, walau demikian kenyataannya.
foto.detik.com

Apakah ini ciri negara yang sedang membangun, berkembang dalam tingkatan industri modern? Meminjam definisi Herbert Marcuse, masyarakat paska industri terlalu satu dimensi. Membuat negara melupakan cara bersenang-senang dengan jujur dan apa adanya.

Menikmati kesenangan bukan berarti larut dalam pesta-pora yang ditularkan semangat hedon. Melainkan menggali kembali semangat kearifan lokal yang diwarisi pada setiap generasi terdahulu untuk bersyukur, memanfaatkan kekayaan bumi pertiwi, serta menjaga dan membangun dalam paradigma positif, penuh harapan memandang masa depan.

Sebenarnya saat kondisi makro negara ini menuju titik negatif, masih banyak pejuang-pejuang "sunyi" berserak di setiap sudut Nusantara berupaya menularkan semangat kearifan lokal tersebut sehingga kita masih bisa berharap, bahwa Indonesia masa depan akan bangkit di tangan mereka, generasi penerus.

Pada kesempatan ini, mari kita belajar dari Tanoker, sebuah komunitas dari desa kecil yang diam-diam akan menjadi butiran magma, menjadi kekuatan baru dalam membangun negeri.


Kegiatan Tanoker

Tanoker diambil dari bahasa Madura yang berarti kepompong. Kelompok ini ada di Desa Ledokombo, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebuah kecamatan dengan penduduk sekitar 56.000 jiwa. Sebagian sebagian besar penduduknya bekerja sebagai buruh tani, ada juga yang menjadi pedagang dan buruh perusahaan.
sman10malang.com


Selain karena lokasinya yang cukup terpencil, desa itu dikenal sebagai gudang masalah. Kemiskinan menjadikan desa itu seperti dikutuk. Mulai dari tingkat buta huruf yang tinggi, tingkat pengangguran kaum muda yang tinggi, dan sarang preman. Dalam banyak hal desa itu seperti gudang gali yang seharusnya dihapus dari peradaban Jember yang beranjak maju.

Belum lagi stigma yang melekat pada penduduk Ledokombo yang sebagian besar Madura. Bahwa mereka malas, egois, susah diajak maju, sok tau, emosional dan sebagainya. Kerap kali suratkabar di Jember memberitakan kasus kekerasan yang diawali oleh salah paham.

Namun kini ada secercah harapan di desa 'penuh masalah' itu, berkat upaya Tanoker yang dibina oleh Farha Ciciek dan suami Suporahardjo. Mereka menyediakan tanah milik mereka untuk pusat kegiatan Tanoker.

 Cita-cita Suporahardjo dan Farha Ciciek sederhana. Mereka ingin membangun kebanggaan para warga desa Ledokombo atas desa dimana mereka tinggal. Khususnya untuk anak-anak, yang dalam bahasa mereka �generasi penerus bangsa, harapan  dunia dimanapun mereka berada.� Anak-anak bertanggung jawab pada masa depan negara. Dan kita, para orang dewasa, berhutang pengetahuan untuk dibagi pada mereka.
halimbahrizfotografi.blogspot.com



Lewat Tanoker Ledokomo masyarakat diajak untuk berproses dengan kesungguhan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Melalui berbagai kegiatan kreatif yang dimotori anak-anak. Di kawasan berbukit ini sangat terasa bahwa masyarakat memiliki potensi dan hasrat untuk berubah.

Dengan semboyan �bersahabat, bergembira, belajar, berkarya�. Tanoker menginvasi pikiran putra-putri buruh migran (TKW/TKI), buruh tani, tukang ojek, supir, pedagang kecil, guru, pekerja rumahtangga dan pegawai negeri/swasta. Untuk berani bermimpi. Berani berkarya. Dan berani untuk melakukan perubahan sederhana dengan cara bermain.

Berbekal pemahaman potensi desa yang membiliki banyak tumbuhan menjulang seperti kayu sengon dan bambu. Tanoker Ledokombo lantas memanfaatkan sumber daya yang ada untuk bermain. Berbagai jenis permainan tradisional dihidupkan kembali agar anak-anak Ledokombo tak lupa identitas asli mereka.

Misalnya satu yang paling mengemuka yakni permainan egrang. �Memulai perubahan dari permainan egrang? Ide gila apa ini,� kata sebagian besar warga Ledokombo. Namun para pendiri dan pegiat Tanoker tak mau jatuh pada sebuah pikiran picik. Mereka tetap mengajarkan dan menyerbar luaskan permainan egrang.
Egrang

Seperti kutipan Farha di sebuah acara televisi nasional, egrang memiliki filosofi mendalam, bukan sekadar permainan anak-anak. Dalam egrang kita diajarkan tentang keseimbangan. Demikian pula dalam kehidupan, seimbang antara beribadah dan aktivitas duniawi, keseimbangan antara hubungan pada sang pencipta dan manusia (habluminallah dan habluminannas), bahkan keseimbangan peran seorang suami yang juga ayah, seorang istri yang juga ibu, serta peran anak-anak yang harus seimbang antara hak dan kewajiban.

 permainan-tradisonal.blogspot.com




Sebuah kayu yang menjadi alat utama permainan egrang tak bisa dikuasai dalam sesaat. Butuh mentor untuk kemudian mengajarkan, memandu dan mengarahkan gerak diri. Egrang membuat pemainnya untuk selalu hati-hati dan bersikap awas. Anak-anak di Tanoker melakukan itu semua. Interaksi personal yang dilakukan atas rasa cinta terhadap sesama.

Ternyata anak-anak di komunitas Tenoker memaknai permainan egrang dengan positif. Anak-anak itu belajar sendiri mengenai arti penting kerjasama. Sikap patriot saat mengakui kekalahan. Kebesaran hati untuk mau belajar dari orang lain.

Melalui egrang tadi anak-anak ini meredam ego diri untuk tak kehilangan kendali. Tertatih tatih memantapkan diri diujung kayu dan mulai melangkah diatas kayu egrang. Belajar untuk dapat berdiri dan fokus pada apa yang mereka lakukan. Semua dilakukan hati-hati. Karena saat mereka kehilangan kendali diri. Saat itulah mereka akan jatuh dari egrang.

Sedikit demi sedikit muncul kebanggaan atas desa Ledokombo. Anak-anak tidak lagi berkeliaran dijalanan berkegiatan tak jelas. Orang tua yang merutuki nasib miskin terpacu untuk melakukan perubahan positif. Berbagai unit kerja lahir dari semangat Tanoker. Kepompong yang lahir dari ulat buruk rupa menjadi kupu-kupu indah.

Nah, kita pun bisa terpacu dengan upaya Farha Ciciek. Membangun bangsa ini banyak cara, yang penting semangat, komitmen, berjuang dalam tingkat apa pun. Sekecil apa pun, walau mungkin hanya dalam lingkungan RT, mari kita bangkit dan ikut membangun negeri.

Setitik embun menjadi sumber kehidupan dunia renik. Ketika semangat itu menular maka akan menciptakan jutaan embun yang memberi hayat pada kehidupan bumi Indonesia.






source

Read More »
13.01 | 0 komentar

Inilah Jawaban Krisis Pangan Di Indonesia

Inilah Jawaban Krisis Pangan Di Indonesia -Orang Indonesia identik dengan nasi. Sehari tidak bertemu nasi berarti makan belum afdol. Paradigma ini telah berakar sejak lama sehingga nasi menjadi unsur budaya yang kuat di negeri ini.

Problem gagal panen, kekeringan menjadi masalah utama ketersediaan beras untuk kebutuhan pangan nasional. Ketika kita tidak lagi bisa swasembada beras, keran impor pun dibuka lebar agar beras, berikut juga kestabilan harganya tetap terjaga. Tapi sampai kapan kita bertahan dengan solusi ini?

 
Andropogon sorghum

Belakangan, berbagai jalur alternatif ditempuh supaya ketergantungan akan beras bisa dikurangi. Jagung, ketela, sagu, serta roti (bagi kalangan tertentu) digalakkan kembali. Daerah tertentu seperti Depok mengeluarkan kebijakan "Selasa tanpa nasi" yang kini berlaku di lingkungan kantor Pemerintah Daerah.

Dari banyaknya upaya alternatif, mungkin pemerintah sudah saatnya memberi perhatian lebih pada gerakan para petani di Flores. Mereka telah berhasil mengembangkan tanaman pangan yang sangat handal di segala cuaca, yakni sorgum.
Sorgum ( Sorghum /  Andropogon sorghum) adalah tanaman lokal di Flores - menurut wikipedia, asal tanaman ini dari Afrika Utara lalu menyebar ke daerah tropis. Sampai sekarang dibudidayakan secara masiv di banyak negara. Masuk ke Indonesia, khususnya Flores sejak lama.

Ironis, keberadaannya sempat terlupakan puluhan tahun akibat program berasnisasi di tahun 1980-an. Pada era itu, Presiden Soeharto dikenal dunia karena berhasil menjadikan Indonesia negara yang swasembada beras. Hal ini tentunya mempengaruhi harga di pasaran. Prospek penanam padi melonjak drastis. Akibatnya, para petani di semua wilayah negeri ini 'wajib' menanam padi. Tak terkecuali Flores. Bisa ditebak, sorgum seolah lenyap begitu saja.

Warisan rezim otoriter yang tidak memperhatikan ciri khas masing-masing daerah berimbas buruk. Ketika padi membutuhkan iklim yang bagus untuk tumbuh subur, maka daerah yang cenderung kering karena curah hujan rendah tidak bisa memenuhi kebutuhan pangannya. Gunung Kidul, Wonogiri, atau pulau-pulau di Nusatenggara yang diliputi savana dan beriklim kering kerap dilanda kelaparan serta kekurangan pangan.


Maria Loretta

Beruntung, sekarang sorgum muncul kembali.  Maria Loretta yang memelopori penanaman sorgum untuk para petani di Flores.

Maria awalnya tidak menyangka akan jadi petani. Namun, sesudah menikah, perempuan berdarah Dayak ini diboyong suaminya ke Flores dan tidak memiliki aktivitas berarti. Dengan modal yang ada, Maria kemudian berinisiatif membudidayakan pangan lokal yang ada di sekitar Flores.

 
langitperempuan.com
Bibit ini dicarinya hingga ke wilayah terpencil di Flores. Ketika akhirnya ditemukan, bibit itu kemudian dibarter Maria dengan gula atau kopi. Bibit termahal yang dibelinya adalah Sorgum Merah dari Desa Nobo, Kecamatan Ile Boleng. Untuk sepuluh kilogram bibit, Maria harus merogoh kocek hingga Rp 150.000. Itu belum termasuk ongkos kendaraan dan waktu yang dihabiskannya menuju Desa Nobo.

Ketika ditanya mengapa ia segigih itu melakukan pemburuan, Maria menjawab tegas,�Produk tanaman unggulan kita bisa menjawab isu tentang pangan yang melanda dunia. Kenapa kita harus berpikir untuk impor benih dari luar negeri?�.


Keunggulan sorgum 

sorgum sangat cocok jadi alternatif pangan di Indonesia. Cara menanamnya sangat mudah. sorgum bisa tumbuh subur walau musim kemarau panjang, atau di daerah yang kering, bertanah marjinal, berpasir, bahkan berbatu. sorgum juga tidak membutuhkan pupuk sehingga tidak membahayakan unsur hara dalam tanah.

 


Soal kandungan gizi, sorgum jauh lebih unggul dibanding beras. Menurut Maria dari hasil studinya, zat besi dalam sorgum 5,7 kali lebih banyak dari beras. Vitamin B1 4,7 kali lebih banyak dari beras, dan kalsium 4,6 kali lebih banyak dari beras.

Diketahui ada sekitar 10 jenis sorgum. Yang banyak dikenal adalah sorgum merah dan sorgum putih. Pengolahannya selain untuk makanan pokok bisa dibuat menjadi gula bit, sirup, etanol, hingga untuk pakan ternak.

Harganya jauh lebih murah dari beras. Seperti papar Maria berikut ini, "Saya sampaikan kepada teman-teman yang mendukung gerakan cinta pertanian agar harga sorgum tidak boleh lebih dari 5000 rupiah. Karena harga beras per liter sekitar 8500 rupiah. Jadi harus di bawah harga beras agar program sorgum bisa diterima masyarakat."



Read More »
12.51 | 0 komentar

Minggu, 07 Juli 2013

Jalan Kaki Bosnia - Mekkah Demi Haji

Hadzic
Jalan Kaki Bosnia - Mekkah Demi Haji -Niat yang diperkuat oleh iman kepada Allah SWT memang bisa mengalahkan segala rintangan apa pun. Hadzic membuktikannya, seorang pria matang berumur 47 tahun  dari Bosnia. Uang yang ia miliki hanya 200 euro, namun tak menghalangi niatnya untuk menunaikan ibadah Haji.
 

�Saya ingin beribadah haji tapi saya tidak memiliki cukup uang, saya hanya membawa 200 euro untuk berjalan menuju Saudi Arabia," ungkapnya seperti dilansir Emirates. Jadi dengan tekad kuat, Hadzic memulai perjalanan dari kampung halamannya Banovici, di utara Bosnia pada bulan Desember. Ia berjalan sepanjang lebih dari 5.900 km dari Bosnia menuju Mekkah. Dalam sehari ia menuturkan mampu menemuh 12 sampai 20 mil. Turki, Yordania dan Suriah adalah beberapa negara yang berhasil disinggahi sebelum memasuki Arab Saudi.

Hadzic hanya berbekal tas punggung berisi alquran dan uang 200 euro. Selama perjalanan ia tidur di masjid, sekolah, dan tempat-tempat lain, termasuk rumah-rumah warga sekitar yang berniat menolongnya.

 




Berjalan sepanjang Asia tengah menuju Arab harus menempuh daerah penuh binatang liar dan gejolak perang. Nyatanya hal ini tak menyurutkan langkah Hadzic.

 �Mengapa harus takut, Allah selalu bersama saya," ungkapnya penuh yakin. Dan memang benar, kini Hadzic sudah berada di Mekkah bersama jutaan umat lainnya siap menjawab seruan Allah SWT, "Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik, La Shareek Laka, Labbaik. Innal Hamdah, Wan Nematah, Laka wal Mulk, La Shareek Laka Labbaik."




Read More »
20.33 | 0 komentar

Segelas Susu Menyelamatkan 2 Nyawa Manusia

Segelas Susu Menyelamatkan 2 Nyawa Manusia -Pernah dengar nama Howard Kelly? Ia adalah ginekolog terkemuka di dunia (1858 - 1943). Sepanjang karirnya, ia menjadi pelopor metoda operasi dan penemu cystoscope - alat endoskopi yang digunakan pada pasien. Singkatnya, Howard Kelly adalah dokter yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu kedokteran.

Dibalik segala keberhasilannya, ada sebuah kisah masa kecil sang dokter yang sangat menggugah hati. 
 123rf.com


Suatu hari di akhir abad 19, seorang anak miskin yang berjualan dari rumah ke rumah untuk membiayai sekolahnya merasa sangat lapar. Ia ingin makan, tapi uangnya hanya 1 sen.

Akhirnya ia memutuskan untuk minta makan di rumah berikutnya. Ketika sampai di sebuah rumah, seorang gadis membuka pintu dan menyambut kedatangannya. Ia menjadi gugup karena kebaikan dan kecantikannya. Niat meminta makan diurungkan, akhirnya bocah miskin ini hanya meminta segelas air.

Sang gadis memperhatikan wajah sang bocah yang lemah sebagai tanda sangat kelaparan. Ia pun lalu masuk ke dalam rumah dan kembali membawakan segelas susu besar. Bocah miskin kelaparan itu pun meminumnya perlahan-lahan hingga ia menjadi kenyang dan kuat lagi.

�Berapa harus kubayar segelas susu ini?� kata anak itu.

�Kau tidak harus membayar apa-apa,� jawab si gadis. �Ibu melarangku menerima pembayaran atas kebaikan yang kulakukan.�

�Bila demikian, ku ucapkan terima kasih banyak dari lubuk hatiku.�

Bocah miskin itu pun pergi. Dalam hatinya sungguh berterima kasih atas kemurahan Tuhan lewat sang gadis, sehingga kepercayaannya kepada Tuhan dan sesama manusia bertumbuh semakin kuat. Ternyata masih ada orang-orang baik dan tulus...

Bertahun-tahun berlalu.
Seorang dokter muda mendapat undangan dari sesama rekan terkait penyakit langka seorang pasien. Ia terpilih dalam tim dokter ahli yang menangani masalah ini.

Ketika mendengar nama dan kota asal si pasien, terlihat pancaran aneh di mata sang dokter.

Ia segera bangkit lalu berjalan di lorong rumah sakit dengan berpakaian dokter untuk menemui si pasien.

Benar dugaannya. Dokter muda ini segera mengenali wanita yang sedang sakit itu. Ia lalu kembali ke ruang konsultasi dengan tekad untuk menyelamatkan nyawanya.
 hopkinsmedicine.org


Sejak hari itu sang dokter memberikan perhatian khusus pada kasus si pasien. Setelah dirawat cukup lama, akhirnya si pasien bisa disembuhkan.

Merasa pasiennya sudah sembuh total, sang dokter meminta kepada bagian keuangan agar tagihan rumah sakit diajukan kepadanya dahulu untuk disetujui sebelum diserahkan kepada si pasien.

Nota tagihan pun kemudian dikirimkan ke kantor sang dokter. Ia mengamati sejenak lalu menuliskan sesuatu di pinggirnya. Tagihan itu kemudian dikirimkan ke kamar pasien.

Si pasien takut membuka amplop nota tagihan karena yakin bahwa untuk dapat melunasinya ia harus menghabiskan sisa umurnya.

Akhirnya, tagihan itu dibuka dan pandangannya segera tertuju pada tulisan di pinggir tagihan itu :
Telah dibayar lunas dengan segelas susuTertandaDr. Howard Kelly

Berkat segelas susu, dua nyawa manusia telah diselamatkan, yakni bocah miskin yang menjelma menjadi dokter hebat, dan gadis kecil yang menjadi pasiennya. Demikianlah, kebaikan sekecil apa pun tetap berguna, karena setiap kita menabur kebaikan maka akan menuai kebaikan pula.

Read More »
14.51 | 0 komentar

Tukang Sayur Ini Sumbang Rp 318 Juta untuk Anak-anak

Tukang Sayur Ini Sumbang Rp 318 Juta untuk Anak-anak -Chen Shu-chu, penjual sayuran asal Taiwan mengatakan, menyumbang uang untuk membantu orang adalah cara menikmati hidup.


Chen adalah satu dari enam pemenang Ramon Magsaysay Award tahun ini. Chen, yang hidup sederhana di wilayah Taitung dan memberikan semua pendapatannya dari berjualan sayuran, menyumbangkan sekitar 10 juta dolar Taiwan (sekitar Rp 318 juta), untuk membiayai anak-anak setempat dan memperbaiki hidup mereka.

"Anda bisa saja menghabiskan uang itu dalam sehari. Tapi, Anda juga bisa menghabiskannya dengan cara sederhana. Menyumbangkan uang kepada orang-orang yang membutuhkan adalah suatu kebahagiaan untuk saya," ujarnya.

Saat masih kecil, Chen dan keluarganya mendapatkan bantuan dari lembaga sosial, setelah ibunya meninggal dunia.Namun, perasaan 'selalu dibantu' amat membuatnya merasa tidak nyaman. Pengalaman itu memotivasi Chen untuk menyimpan uang sebanyak yang dia bisa, untuk membantu orang lain. 

"Selama saya masih hidup, saya akan terus melakukan apa yang selalu saya inginkan, yaitu membantu orang lain," tutur Chen.

Wanita itu menggambarkan dirinya sebagai seorang rendahan, dan mengaku senang karena masyarakat menganggap baik apa yang dia lakukan.

Chen yang tidak menyelesaikan SD karena miskin, berterima kasih kepada orangtua dan gurunya, atas apa yang telah mereka lakukan terhadapnya.Chen berada di Manila untuk menerima Ramon Magsaysay Award, Jumat (31/8/2012). Chen juga mendonasikan uang sebesar 50 ribu dolar AS untuk Rumah Sakit Mackay di Taitung, untuk membangun unit perawatan intensif (ICU).

Lima peraih penghargaan lainnya adalah Romulo Davide dari Filipina, Kulandei Francis dari India, Syeda Rizwana Hasan dari Bangladesh, Yang Saing Koma dari Kamboja, dan Ambrosius Ruwindrijarto dari Indonesia.


sumber

Read More »
14.42 | 0 komentar

7 Animator Indonesia dengan Prestasi Global

7 Animator Indonesia dengan Prestasi Global -Terpesona dengan The Amazing Spiderman, Avatar, aksi robot di Transformerdan baju besi Iron Man, atau mungkin menunggu peluncuran The Hobbit, kisah lanjutan Lord of The Rings? Daftar di atas hanya beberapa dari deretan film yang dihasilkan oleh tangan animator dari: Indonesia!

Siapa saja mereka dan apa karyanya yang mendunia?
1. Christiawan Lie

Biasa dipanggil Chris Lie, lulusan ITB dan peraih beasiswa full bright di Savannah College of Art and Design, Amerika Serika ini menjadi salah satu animator di beberapa film terkenal seperti Transformer 3, GI Joe, danSpiderman 4.
 ideanimasi.com

Selain animator, Chris Lie juga dikenal sebagai komikus hebat. Petualangannya di Amerika dimulai tahun 2005 saat mengikuti kompetisi action figure GI Joe. Karyanya terpilih sehingga dilibatkan dalam pembuatan GI Joe Sigma 6. Sumbangsihnya untuk Indonesia juga bisa dilihat pada komikBaratayuda yang meraih penghargaaan sebagai cerita dan komik anak terbaik di Anugerah Komik Indonesia 2011.

Sekarang ia mendirikan Caravan Studio di Indonesia.


2. Rini Triyani Sugianto

Sejak kecil jadi penggemar komik Tintin hingga berlanjut ketika lulus dari Academy of art University, San Fransisco, ia dipercaya ikut terlibat dalam pembuatan The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn.
komikoo.com


Dia juga mengerjakan film animasi lain seperti The Avenger. Berkat kepiawaiannya, ia ditarik oleh Weta Digital, rumah produksi yang menggarap film Tintin. Perusahaan ini juga yang menggarap animasi film semacam Avatar, King Kong, Lords of The Ring, dan X-Men: First Class. 

Saat ini, Rini sedang fokus dengan animasi pada film yang akan segera dirilis,The Hobbit.


3. Andre Surya

Melalui kecerdasannya mengolah efek film, lulusan DKV Universitas Tarumanegara ini bisa ikut terlibat dalam film Star Trek, Terminator Salvation, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Iron Man 2, hinggaTransformers: Revenge of the Fallen.

 rochmany.blogspot.com


Setelah berkecimpung di kancah global selama 10 tahun, kini ia kembali ke Jakarta mendirikan studio EnspireStudio. Karya teranyarnya The Escape meraih Best short Competition-Award of Merit di Amerika Serikat, serta Best Short Animation pada festival film di Los Angeles.


4. Marsha Chikita Fawzi

Ingat Upin-Ipin? Marsha Chikita Fawzi yang akrab dipanggil Kiki ini punya kiprah di dalamnya. Sebagai putri bungsu pasangan Ikang Fawzi - Marissa Haque, awalnya ingin kuliah seni murni di ITB tetapi ditentang orang tua, sehingga beralih memilih Multimedia University di Malaysia.

 
marissaikang1987.multiply.com



Sekarang Kiki kembali ke Indonesia membuat perusahaan animasi. Ia berharap Indonesia akan punya intelectual property (IP) yang sangat bercita rasa tanah air. Layaknya Upin-Ipin merupakan IP Malaysia karya Las' Copaque Production.


5. Griselda Sastrawinata

akuberbagikisah.wordpress.com

Pindah ke Amerika Serikat saat kelas 2 SMA lalu melanjutkan pendidikan di Art Center College of Design, Pasadena. Ia kemudian diterima bekerja di studio animasi Dreamwork. Karya-karya perusahaan ini bisa dilihat seperti Kungfu Panda, Madagascar, dan Monster Aliens Inc.


6. Wira Winata
 ideanimasi.com

Lulusan Nanyang Polytechnic, Singapore dan Art Centre College of Design yang awalnya menyelesaikan film animasi The Little Red Plane sebagai final project untuk kelulusan di Art Center. Siapa sangka, kini dengan perusahaan yang didirikan, Shadedbox, ia merambah dunia animasi di kancah global.



7. Pamela Halomoan
 ideanimasi.com


Karya Pamela telah dinkmati masyarakat Singapura, Amerika, Inggris, hingga Turki. Ia menciptakan karakter Wolly, babi lucu yang menarik perhatian pengunjung saat dipamerkan di Game Toy Comic Convention di Singapura.


Itulah 7 bukti kehebatan orang Indonesia. Walau mungkin, belum ada dukungan pemerintah yang lebih intens pada kemajuan dunia kreatif (bandingkan dengan pemerintah Malaysia yang selalu mengadakan kompetisi animasi untuk menumbuh-kembangkan industri ini - dikutip dari pernyataan Marsha Chikita Fawzi), nyatanya secara individual atau "basis massa" tetap berjuang demi Indonesia.

Asumsi saya pribadi tekadang berbisik, inilah paradoks di Indonesia. Saat para elit penguasa bertengkar soal kebenaran golongan dan nafsu berkuasa, masyarakat tetap berjalan dengan keyakinan untuk mengibarkan merah putih di pucuk-pucuk tertinggi dunia.

Read More »
14.37 | 0 komentar

Sabtu, 06 Juli 2013

Karena Orang ini, Sony Jadi Raja Game Dunia

Di tahun 80-an dan awal 90-an penguasa game masih dipegang Nintendo dan Sega. Namun sejak kemunculan PlayStation, tahta pun langsung direbut Sony. Walau kini Nintendo kembali dengan Wii, tampaknya pasar masih dikuasai oleh Sony dan X-Box.

Siapa otak di belakang suksesnya PlayStation? Dialah Ken Kutaragi yang disebut sebagai bapaknya playstation. Perannya sungguh penting bagi Sony. Dialah yang juga menyelamatkan Sony Corporate dari kebangkrutan.


joystiq.com


 
Mengenal Ken
 
Ken kecil adalah anak dari keluarga yang sederhana. Sejak masih kanak-kanak, kedua orangtuanya sudah menempa Ken agar bisa mengembangkan sesuatu yang bernilai kreativitas dalam bentuk apapun, termasuk berbisnis.

Hal itulah yang ditunjukkan Ken, saat keluarganya memiliki pabrik percetakan  kecil di kota tempat dia dibesarkan. Kutaragi yang masih berusia muda, waktu itu didorong kedua orangtuanya untuk mengeksplorasi kemampuan mekanis di pabrik dan sepulangnya dari sekolah, ia pun bekerja di pabrik tersebut.

Selain tugasnya di pabrik milik orangtuanya, Kutaragi pun menjadi juara di kelasnya. Ia dikenal teman-teman dan gurunya sebagai siswa yang rajin. Bahkan, Kutaragi digambarkan sebagai seorang anak yang pintar, dengan julukan "A++ sejati".

Motivasi tinggi menyertai Ken Kutaragi, dia memiliki keinginan kuat untuk mengetahui seluk-beluk mesin. Ketika ia berusia muda, dia juga sering membongkar mainan, hanya untuk memuaskan dahaga rasa keingintahuannya dengan mengamati bagaimana mekanismenya, sehingga mainan itu dapat bekerja.

Rasa keingintahuan Kutaragi terhadap mesin maupun mainan sudah terlihat sejak kecil. Ia pun senang bergelut dan mempelajari seluk-beluk elektronik. Kecintaannya terhadap bidang elektronik, membuatnya terus mengembangkan diri dengan menuntut ilmu di Denki Tsushin University.

Tak berselang lama setelah kelulusannya, Kutaragi mulai bekerja untuk Sony di laboratorium penelitian digital. Kutaragi merasa bekerja di laboratorium tersebut adalah sebuah keputusan yang tepat, ia pun berpikir bahwa bekerja di Sony merupakan sesuatu yang sebutnya sebagai "Jalur Cepat". Kutaragi pun segera mendapatkan reputasi sebagai problem solver (pemecah masalah) di tempat kerjanya.

Kutaragi merupakan insinyur yang terus berpikir ke depan. Ia juga sukses menelurkan berbagai karya atau projeknya, seperti mengembangkan teknologiliquid crystal displays (LCD) dan kamera digital.

 

Peran Ken di Industri Game
 
Akhir tahun 1980-an, Ken Kutaragi menyaksikan saudara perempuannya memainkan Famicom, yakni konsol game "jadul" keluaran Nintendo. Sejak saat itu, Kutaragi kepincut untuk bisa merealisasikan bahwa suatu hari ia pun dapat mengembangkan konsol game buatannya.
 
Pada suatu waktu, Eksekutif Sony memiliki ketertarikan dalam video game. Di sisi lain, ketika Nintendo menyatakan perlunya chip suara wave-table untuk sistem 16-bit miliknya, Kutaragi diminta langsung untuk menangani projek tersebut.
 
Bekerja secara rahasia, Kutaragi mendesain dan membangun chip, SPC700. Ketika mengetahui apa yang dikerjakan Ken Kutaragi, Direksi Eksekutif Sony ketika itu sangat marah. Hanya Norio Ohga, yang menjabat sebagai CEO Sony pada kala itu, yang membantu Ken Kutaragi mendorong projek tersebut dan terus mempertahankan pekerjaannya.
 
Saat Ken Kutaragi bekerja dengan Nintendo, di pihak Sony, game masih dianggap sebagai tren dan sesuatu yang dipandang rendah. Meskipun ketika itu, Sony tampak memusuhi video game, namun Kutaragi berhasil membujuk Sony untuk mendanai penelitian tentang Super Famicom CD. Upaya ini pada akhirnya menjadi cikal-bakal dan kemudian menghasilkan sebuah perangkat yang disebut "PlayStation".

Konsol game tersebut, kompatibel dengan game Super Famicom dan software yang dirilis dalam format baru, bernama Super CD. Akan tetapi, kemitraan antara Sony dan Nintendo mengalami gangguan, lantaran perbedaan pendapat perizinan. Meskipun demikian, Kutaragi dan Sony terus mengembangkan konsol mereka sendiri.
 
Walaupun dianggap sebagai pertaruhan berisiko oleh eksekutif Sony lainnya, Ken Kutaragi sekali lagi mendapat dukungan penuh dari Sony CEO Norio Ohga. Beberapa tahun kemudian, perusahaan telah meluncurkan original PlayStation.

Upaya Ken kini berbuah manis. PlayStation merambah ke setiap penjuru bumi. Untuk regional Amerika dan Eropa Xbox memang jadi saingan terberat, tapi di Asia PlayStation belum terkalahkan.
 










Read More »
12.42 | 0 komentar

Jumat, 05 Juli 2013

Nenek 70 Tahun Jadi Pengantar Air Galon

Seorang wanita renta dengan berat badan hanya sekitar 37,5 Kg, usianya sudah 70 tahun yang tinggal di Distrik Shijingshan Beijing, mungkin menjadi wanita tertua sebagai pengantar air di kota tersebut.

Sejak 2006 Gao Meiyun bekerja sepanjang hari mulai pukul 06.00 hingga jam 22.00. Setiap hari ia mengantar sekitar seratus galon air minum ukuran 20 kg ke berbagai apartemen dan banyak perkantoran di Beijing bagian Barat.



Gao Meiyun yang sudah hidup sebagai janda tinggal bersama dengan anaknya yang lumpuh dan cucu yang cacat mental. Cucunya mengalami kecelakaan lalu lintas pada tahun 2008. Kadua kakinya harus dioperasi. Gao harus berhutang kepada orang-orang di sekitarnya untuk membayar biaya pengobatan cucunya tersebut. Namun, hutang yang sudah sedemikian banyak masih kurang untuk menyelesaikan pembayaran pengobatan anaknya.

Mereka bertiga tinggal dalam kamar sempit ukuran 20 m2 tanpa pengatur udara namun justru dipenuhi dengan botol air mineral di setiap sudut ruangan. Uang yang ia peroleh sebagai pengantar air mineral dalam galon menjadi satu-satunya penghasilan untuk hidup sehari-hari sekaligus untuk membiayai pengobatan anaknya.


Gao Meiyun menjadi sangat terkenal di masyarakat karena hampir tidak ada orang seusianya yang bekerja berat serta membutuhkan ketahanan fisik seperti itu. Namun, sejauh para pelanggan memerlukannya, Gao setiap saat pasti siap mengantarkan pesanan air minum galon tanpa memperdulikan cuaca. Tertatih-tatih ia menaiki satu persatu anak tangga menuju ke tempat pemesannya. Ia juga mengatakan bahwa keluarganya adalah motivasi untuk melanjutkan pekerjaan beratnya.

Gao Meiyun yakin bahwa suatu ketika anaknya akan menggantikan usahanya. Namun, kenyataan, anaknya tidak mampu melakukan hal itu karena masalah kesehatan yang ia derita. 

Sayangnya, Gao Meiyun sendiri sekarang mengalami gangguan kesehatan. Ia menderita batuk yang cukup parah. Tubuhnya juga menjadi bongkok karena bertahun-tahun mengangkat ratusan botol air mineral yang sedemikian berat



Akhir-akhir ini ada beberapa sukarelawan yang membantunya setiap hari Rabu. Ada para donatur yang membantu keuangannya pula.

Sejak berita ini muncul di surat kabar (misalnya sumber artikel ini dari China Photo Press), dana yang telah diterima Gao Meiyun sebesar 100.000 yuan ($ 15,016,59). Setiap bulan pemerintah juga telah memberikan bantuan sebesar 3.000 yuan ($ 450,50) yang hanya cukup untuk biaya hidup, namun bukan biaya pengobatan. Sekolah tempat cucunya belajar juga telah memberikan bea siswa secara penuh alias gratis.








Sumber:
kaskus

Read More »
09.37 | 0 komentar

Lulusan SD Tertua, 100 Tahun

Belajar harus dilakukan sepanjang hayat, usia jangan jadi halangan. Yang penting tekad dan kemauan keras untuk mencari ilmu, apa yang diimpikan pasti tercapai. Hal ini dibuktikan Manuela Hernandez, nenek berusia 100 tahun dari Meksiko.

Nenek Manuela Hernandez lahir di pada tahun 1913. Saat masih kecil, dia hanya sekolah selama satu tahun. Kehidupan yang sulit membuat Manuela harus merelakan masa kecilnya untuk bekerja membantu keluarga. Akhirnya dia tidak pernah lagi bersekolah. Walau demikian, nenek Manuela memendam harapan agar suatu saat kelak dapat lulus dari SD.


Impian nenek Manuela akhirnya terwujud. Saat usianya sudah 99 tahun, cucunya menyarankan agar dia sekolah lagi. Akhirnya beliau kembali sekolah dan baru saja lulus SD. Keputusan itu membuat nenek Manuela menuai banyak pujian. 

"(Saat kecil) saya sangat suka sekolah, tetapi saya tidak bisa melanjutkan sekolah," ujar nenek Manuela dikutip dari highlightpress.


Semangat nenek Manuela belum pudar, dia bahkan berpikir untuk meneruskan sekolah menengah pertama dalam waktu dekat. Sebuah semangat yang luar biasa, mengingat nenek Manuela tinggal di kawasan dengan banyak warga yang tidak lulus SD.





 















Sumber:
vemale.


Read More »
08.51 | 0 komentar

Jumat, 28 Juni 2013

Menuruni Tangga Kayu Di Tepi Tebing Setiap Berangkat Sekolah

Perjuangan anak-anak menuju sekolah banyak terjadi di daerah-daerah terpencil. Tidak hanya di Indonesia, di negeri raksasa Cina yang saat ini dikagumi dunia karena kebangkitannya sebagai nejara maju pun masih terjadi.

Di dataran Cina Selatan, di sebuah desa yang berada di puncak bukit dan hanya dihuni 100 orang, anak-anak harus bersusah-payah menuruni tangga di dinding tebing setiap berangkat sekolah.

 
 
Desa yang terletak di pegunungan terpencil di Badagong, Sangzhi ini bisa dikatakan terisolasi. Ada jalan yang lebih aman, namun harus memutar bukit dan memakan waktu 4 jam. Dengan menuruni tangga jelas menghemat waktu walaupun penuh resiko.

Penduduk desa telah meminta pejabat setempat untuk membuatkan jalan ke lembah sehingga anak-anak tidak perlu mengambil resiko menggunakan tangga untu kbersekolah, namun harapan itu mengalami kendala karena medan yang sulit akan membutuhkan biaya sangat besar.

Yu Xinxin, gadis 5 tahun ini sedang belajar sejenak
sebelum akhirnya melakukan perjalanan penuh perjuangan menuju sekolah setiap hari.








Read More »
17.19 | 0 komentar

Rabu, 26 Juni 2013

Mengharukan, Biaya SD Hingga Kuliah Dari Memulung Sampah

Sosoknya tinggi besar, kerap dipanggil 'Mas Ganteng'. Perjuangannya untuk menjadi sarjana menjadi inspirasi yang layak direnungkan. Sejak SD, ia membiayai sekolah dan kuliah sebagai pemulung.

Wahyudin (21), terlahir dari ayah berputra 5 yang berpoligami, Mija (60) dengan Fatmawati (38), yang menjadi istri kedua, pada 12 Desember 1991 di Bekasi. Wahyu adalah sulung dari 3 bersaudara. Ayah dan ibu Wahyu adalah petani yang menggarap lahan kosong milik orang lain. Dengan kondisi itu, orang tuanya sibuk memenuhi kebutuhan perut Wahyu dan saudara-saudaranya. Sekolah pun tidak menjadi prioritas.

 
Saat kelas 4 SD itu Wahyu mulai khawatir tidak bisa sekolah. Ketika itu ia pun mulai menabung uang jajannya agar bisa sekolah.

"Saat itu saya berpikir kalau tidak sekolah bisa seperti kakak saya. Saya cuma bisa memendam di dalam hati karena tidak berani cerita ke orang tua saya yang galak," kenangnya.

Kehidupan Wahyu kecil tentu tidak seperti anak-anak SD lainya yang hanya tinggal belajar, tidak memikirkan masalah uang bulanan sekolah. Sampai suatu ketika ia bermain ke rumah tetangganya yang berprofesi sebagai pemulung di kampungnya.

Tetangga kampung yang bernama Ani dan anaknya yang bernama Jery hidup dengan cara memulung. Karena keinginannya yang kuat buat membiayai sekolah, maka Wahyu menyatakan ingin ikut menjadi pemulung pada tetangganya itu.

"Biar dapat duit supaya bisa sekolah. Dulu saya tidak tahu itu mulung, saya tahunya ngumpul sampah jadi duit," jelas Wahyu.

Sejak itu, 10 tahun yang lalu, Wahyu memulung mulai dari jam 1 malam hingga pagi waktunya sekolah. Kemudian memulung itu dilanjut lagi dari jam 22.00 hingga pukul 02.00 dini hari.

Rupiah demi rupiah ia kumpulkan hingga akhirnya menghasilkan uang. Sebagian dari uang tersebut digunakannya untuk membeli beberapa ekor anak ayam.

"Anak ayam itu saya ternakkan, kemudian ditabung. Terkumpul sekitar satu jutaan rupiah buat saya masuk sekolah SMPN 28 Bekasi," katanya.

Ketika SMP dia masih terus memulung untuk uang jajan sampai bayar SPP sekolah. Nenek Wahyu memberinya sepasang anak kambing untuk diternakkan. Hasilnya dia gunakan untuk uang masuk sekolah ke SMA 7 Bekasi. Selain menjadi pemulung dan menjual hasil ternak, Wahyu juga berjualan gorengan.

Sindiran dan cibiran diterima Wahyu dari teman-temannya ketika mengetahui profesinya yang identik dengan sampah dan kotor. Pemuda ini mengaku sempat kesal dan malu, namun disimpannya rasa itu dalam hati.

Dia makin giat menjadi pemulung saat masa libur sekolah karena kekhawatiran tidak bisa melanjutkan kuliah. Dari hasil memulung ini, Wahyu mendapatkan penghasilan Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per hari untuk biaya sehari-hari hingga bisa menyisakan Rp 300 ribu-Rp 500 ribu per bulan.

Hingga kini, Wahyu masih terus memulung untuk meneruskan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka). Beruntung, dia mendapatkan beasiswa dari kampus dan Disdik DKI sehingga meringankan biaya kuliahnya.

Kini Wahyu sudah sidang skripsi yang berjudul "Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi'. Rencananya ia akan diwisuda pada bulan Desember 2013.

"Aku berencana melanjutkan studiku ke S2. Bukan hal yang mudah memang. Itu perjuangan besar," kata Wahyu yang akan terus memulung hingga kelar S2 dan ingin menjadi pengusaha di bidang peternakan ini.




 
Sumber:
detik.
Foto: Edward/detikcom


Read More »
16.57 | 0 komentar

Selasa, 25 Juni 2013

10 Komunitas yang Mendidik Indonesia

Sistem pendidikan di Indonesia mungkin carut-marut. Kurikulum yang selalu berganti, kekacauan program Ujian Nasional, hingga mahalnya biaya "siluman" walau pendidikan gratis sudah berlaku.

Di antara apatis dan keprihatinan, masih ada gerakan di masyarakat yang begitu peduli agar pendidikan bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kemajuan negeri ini di masa depan ada di tangan para generasi penerus, dan kepada merekalah bekal-bekal pengajaran yang berguna harus terus diberdayakan.

Inilah 10 komunitas yang telah berjuang yang memaknai sungguh-sungguh Hari Pendidikan Nasional, terus berupaya mencerahkan Indonesia. Berminat bergabung?



1. Indonesia Mengajar
 

Indonesia mengajar membantu mengisi kekurangan guru sekolah dasar, khususnya di daerah terpencil dengan mengirimkan lulusan terbaik Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah dididik intensif untuk menguasai kapasitas kepengajaran dan kepemimpinan untuk bekerja sebagai guru selama satu tahun.

Website: http://www.indonesiamengajar.org
Email: info@indonesiamengajar.org
Facebook  :   http://www.facebook.com/IndonesiaMengajar?fref=ts



2. Komunitas 1001 buku
 

Komunitas ini merupakan relawan dan pengelola perpustakaan anak. 1001 buku adalah merupakan organisasi nirlaba, sebuah jaringan relawan dan pengelola taman bacaan anak. 

Berangkat dari keprihatinan atas kurangnya ketersediaan akses atas bahan bacaan bagi anak-anak Indonesia, 1001buku melakukan pengumpulan dan pendistribusian bahan bacaan anak serta penguatan taman baca melalui saran pengembangan kreativitas anak dari masyarakat.. 

Sejalan dengan perkembangannya, 1001buku memfasilitasi penguatan taman-taman bacaan anak yang tergabung dalam Jaringan Taman Bacaan Anak 1001buku, melakukan kampanye-kampanye literasi dan memperkokoh jiwa kerelawanan di seluruh nusantara.
 
Jika ingin lebih tahu lebih banyak mengenai komunitas ini, lihat:
Website: http://www.1001buku.or.id
Email : amaerithia@yahoo.com
Twitter : @1001buku



3. Akademi Berbagi
   
 


Akademi Berbagi adalah gerakan sosial nirlaba yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang bisa diaplikasikan langsung sehingga para peserta bisa meningkatkan kompetensi di bidang yang telah dipilihnya. 

Bentuknya adalah kelas-kelas pendek yang diajar oleh para ahli dan praktisi di bidangnya masing-masing. Kelasnya pun berpindah-pindah sesuai dengan ketersediaan ruang kelas yang disediakan oleh para donatur ruangan. 

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan lihat di :
Website : http://akademiberbagi.org
Email : akademiberbagi@gmail.com




4. Indonesia Bercerita

Indonesia bercerita adalah suatu gerakan yang muncul dari insiatif mempromosikan dan memberikan upaya mendidik melalui cerita. 

Indonesia Bercerita menyediakan podcast (mp3) berisi cerita-cerita yang membebaskan imajinasi anak untuk menemukan diri terbaiknya. Podcast cerita ini dapat diunduh secara gratis. Adanya podcast ini diharapkan adanya penyebaran kebiasaan bercerita sebagai proses pendidikan secara formal maupun informal.Indonesia Bercerita juga melakukan:

1.Pelatihan Pejuang Pencerita

2.Festival Para Pencerita

3.Festival Menciptakan Cerita

Untuk keterangan lebih lanjut,bisa didapatkan di
Website : http://www.indonesiabercerita.org
Email : bukik@idcerita.org
Twitter : @IDcerita




5.  Pencerah Nusantara

Pencerah Nusantara adalah mengenai menciptakan perubahan pola pikir dalam masyarakat. Meskipun berpusat pada upaya kesehatan, mengobati penyakit bukanlah tujuan kami. 

Dengan adanya para Pencerah Nusantara, di harapkan akan menjadi perubahan paradigma mengenai kesehatan. Menjaga kesehatan adalah upaya mencegah kesakitan yang dilakukan bersama, dan para Pencerah Nusantara lah yang akan memulai perubahan ini.Keterangan lebih lanjut bisa didapatkan di:

Website : http://pencerahnusantara.org
Email : pencerahnusantara@gmail.com



 
6. Save Street Child
 

Save Street Child adalah komunitas skala nasional yang berupaya menjadi wadah penggerak yang peduli terhadap permasalahan anak jalanan. Kegiatan yang dilakukan banyak, dengan lebih berfokus pada diseminasi dan kampanye kepedulian tentang anak jalanan. 

Komunitas Save Street Child berusaha untuk memanusiakan mereka kembali dengan berfokus pada kegiatan-kegiatan yang bisa diikuti semua lapisan masyarakat supaya bisa bergerak bersama, misalnya even-even, dan program pemberdayaan melalui pendidikan. 

Komunitas ini juga bekerja sama dengan berbagai pihak tanpa ingin bergantung secara jangka panjang, dan memiliki kegiatan galang-dana (fundraising) untuk menopang keuangan secara mandiri dan independen.

Keterangan lebih lanjut,bisa didapatkan di:
Website : http://savestreetchild.org
Email : gerakan@savestreetchild.org




7. Transformasi Hijau

 

Transformasi Hijau adalah komunitas relawan yang bergerak pada isu pendidikan lingkungan dengan mendorong para generasi muda sebagai pemeran utama dalam upaya pelestarian lingkungan

Kegiatan yang dilakukan TRASHI merupakan kegiatan sosial, karena TRASHI tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu, selain melibatkan sekolah, TRASHI juga menggandeng komunitas dan organisasi lingkungan di Jakarta seperti GEF, Yayasan KEHATI, Rimbawan Muda Indonesia, Jakarta Green Monster, River For Life, Biotiful Jakarta, Teens Go Green, Jakarta Birdwatcher�s Society, Kelompok Studi Ekologi Perairan Universitas Nasional, dan UKF Institut Pertanian Bogor.

Website : http://www.transformasihijau.blogspot.com
Email : trashi.info@gmail.com
Twitter : @trashicool




8. Komunitas Jendela

 


Komunitas Jendela adalah sebuah komunitas sosial yang bergerak di bidang pendidikan anak, khususnya untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Namun kegiatannya tidak terbatas perpustakaan saja. Sesuai dengan tagline mereka yaitu �We are not just building a library, we are building a future�.

Sebenarnya basis Komunitas Jendela itu di Jogja, namun saat ini mereka buka �cabang� di Jakarta. Kegiatan rutin yang sudah dijalankan Komunitas Jendela di Jogja adalah �Bermain Sambil Belajar� bareng anak-anak di shelter Merapi. 

Untuk yang di Jakarta konsep kegiatan Komunitas Jendela konsepnya sama, namun sasaran mereka adalah anak-anak dari keluarga pemulung yang tidak mempunyai kesempatan untuk bersekolah. Aktivitasnya adalah mengajar membaca, menulis, dan berhitung, sambil tetap memperkenalkan buku ke anak-anak tersebut.

Website : www.komunitasjendela.org.
Email :  komunitasjendela@gmail.com
Fanpage Facebook : Komunitas Jendela
Twitter : @JendelaJakarta atau @IniJendela



 
9. Indonesia Menyala


Indonesia Menyala adalah gerakan buku dan perpustakaan yang diinisiasikan oleh Gerakan Indonesia Mengajar. Filosofi dibalik pemilihan nama ini, menurut Bapak Anies Baswedan, adalah anak-anak desa yang menyala akal dan budinya karena membaca buku yang baik bersama para Pengajar Muda, bagaikan ribuan dan jutaan lampu yang menyalakan Indonesia. 

Indonesia menjadi menyala, tidak hanya karena sumber daya alamnya tetapi karena sumber daya manusianya yang menyala. Karena itu, program ini diberi nama Indonesia Menyala.

Kegiatan komunitas ini berupa donasi buku,donasi dana,tenaga,ide dan masih banyak lagi.

Untuk keterangan lebih lanjut
Email : penyala@indonesiamengajar.org
FB Group : Indonesia Menyala dan
FB Fanpage : Indonesia Menyala
Twitter : @Penyala




10. Skholatanpabatas
 


Skholatanpabatas (STB) sebagai wujud keinginan untuk berbagi tanpa batas kepada siapapun yang membutuhkan dalam hal pembelajaran tentunya. Tanpa perlu ada batasan dinding, pakaian, tempat tinggal, strata sosial, suku, agama, gender dan lain-lain dan kesemuanya kami lakukan secara tulus dan ikhlas untuk berbagi kepada sesama.

Adapun beberapa program/aktifitas dari STB yaitu:

1.English Weekend/English Day yaitu program pengenalan bahasa Inggris di kalangan peserta didik.

2.Jejaring Anak Indonesia yaitu Program yang merupakan kegiatan berbalas surat/ surat menyurat antara komunitas/sekolah dampingan kami dengan beberapa lembaga/komunitas/sekolah yang ingin melakukan hal yang sama.

3. Training/Workshop/Seminar yaitu program yang dilakukan di komunitas dampingan kami maupun jika ada permintaan untuk melakukan di tempat lain dengan kegiatan yang berkaitan dengan Pendidikan, Kesehatan Lingkungan, Lingkungan Hidup. 

4. Skhola berbagi di Panti yaitu program yang dilakukan di beberapa panti asuhan baik yang dilakukan atas inisiatif sendiri maupun atas permintaan panti sebagai salah kepedulian kami untuk sahabat skhola di panti asuhan

Website : http://skholatanpabatas.wordpress.com
Twitter : @skhola_stb







 


Sumber:
kompasiana

Read More »
10.26 | 0 komentar